Pada kesampatan kali ini saya ingin membahas dan memberikan pendapat saya tentang pernyataan Pak Jokowi bahwa agama dan politik harus dipisahkan.
Menurut saya itu pernyataan yang sangat keliru. Itu merupakan suatu pernyataan yang bisa membuat situasi bangsa akan memanas. Politik dan agama tak dapat dipisahkan. Jika kita nekat memisahkan keduanya sama saja membawa Indonesia ke gerbang kehancuran. Politik tanpa agama akan menjadi suatu hal yang berbahaya. Bisa dibayangkan akan banyak masalah yang muncul jika setiap kegiatan politik atau seseorang politikus tidak boleh menghubungkan antara agama dan politik. Padahal pada sistem sekarang saja banyak politikus yang beragama tapi masih korupsi. Banyak politikus yang memegang teguh agama tapi tidak bisa menghadapi rintangan dan godaan dalam dunia politik. Lantas bagaimana jika masyarakat tidak boleh menghubungkan politik dan agama???. Bahkan bukan tidak mungkin jika hal itu diteruskan maka semua cita - cita bangsa yang sudah diimpikan akan menjadi suatu hal yang tak mungkin bisa dicapai .
Mengapa demikian???
Karena sejatinya negara ini mempunyai dasar pancasila dan pancasila itu sendiri dimulai dengan sila ketuhanan . Artinya para pejuang bangsa sudah membuat suatu pondasi bawa negara ini harus dijalankan berdasarkan pancasila dan pancasila mewajibkan setiap orang untuk percaya terhadap tuhan dan mewajibkan setiap orang untuk memeluk agamanya masing - masing. Selain itu UUD 1945 juga telah mengatur tentang kebebasan beragama dan kewajiban memeluk agama sesuai kepercayaan. Artinya setiap pemimpin atau pun setiap orang yang hidup di Indonesia adalah orang yang beragama. Selain itu ada suatu makna tersirat dari lahirnya pancasila khususnya sila pertama dan UUD 1945 tentang kebebasan beragama. Makna nya sangat jelas bahwa para pejuang tidak menginginkan jika nantinya Indonesia dipimpin oleh seorang yang tak beragama . Para pejuang tidak mau Indonesia dipimpin oleh seseorang yang tak mengakui adanya Tuhan YME. Karena jika seseorang tidak memiliki agama berarti orang tersebut tak memiliki panduan dan petunjuk dalam hidupnya. Bayangkan saja jika nantinya setiap orang yang mau berpolitik tidak boleh membawa atau menghubungkan antara politik dan agama!!!!. Maka yang akan terjadi adalah munculnya para pemimpin yang tak memiliki akhlak, timbulnya perebutan kekuasaan yang sudah tidak memperhatikan aspek kemanusiaan, dan yang lebih parahnya akan menimbulkan suatu kondisi dimana bangsa ini dipimpin oleh seseorang yang tidak memiliki petunjuk dan panduan dalam menjalankan hidupnya. Tentunya jika itu semua benar terjadi maka niscaya semua harapan dan cita - cita bangsa akan hanya menjadi suatu gagasan yang tak akan pernah terwujud.
Oleh karena itu menurut saya jika ada yang mengatakan bawa politik dan agama harus dipisahkan maka sesungguhnya orang tersebut tidak paham akan PANCASILA dan UUD 1945. Jika mereka mengatakan demikian dan mengganggap bawa yang mereka lakukan adalah bagian dari rasa nasionalisme , maka ketahuilah bahwa nasionalisme yang mereka anut adalah nasionalisme yang salah dan nasionalisme yang tidak ada dasarnya. Bahkan jika ada yang mengatakan demikian dan mereka berpendapat bahwa mereka ingin menyelamatkan bangsa ini dari konflik sara , sesungguhnya mereka lah yang akan memunculkan konflik itu dan membawa Indonesia ke depan pintu gerbang kehancuran suatu bangsa.
Oleh karenanya saya berpesan bahwa poltik dan agama adalah dua hal yang berbeda tapi saling mengikat, karena dalam menjalankan politik haruslah didasari atas ajaran agama , agar kegiatan politik yang dilakukan dapat menjadi kegiatan yang akan membawa perubahan bagi bangsa dan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
Semoga tulisan saya ini dapat memberi manfaat buat kita semua. Kritik dan saran bisa anda tulis di kolam komentar. Jika anda memiliki pendapat yang berbeda juga bisa dituliskan di kolom komentar agar kita bisa mendiskusikannya bersama-sama.
Komentar
Posting Komentar