Langsung ke konten utama

KETIKA DEMOKRASI AKAN DIAMPUTASI

Pemilihan Umum merupakan suatu pesta demokrasi yang dilakukan setiap 5 tahun sekali. Demokrasi lahir dari perjuangan rakyat yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat. Demokrasi semestinya melahirkan orang-orang yang mampu berprestasi untuk negeri. 

Pemilu 2019 merupakan pemilu keempat setelah reformasi(2004,2009,2014) sudah semestinya berjalan dengan proses yang lebih baik lagi dibanding pemilu sebelumnya. Pemilu 2019 juga merupakan pemilu pertama yang menggabungkan pemilu legislatif dan presiden.

Pemilu 2019 ini memberi suatu efek yang besar terutama dimasyarakat akar rumput yang dimana sangat terasa sekali atmosfer politik yang tidak lain karena keberhasilan para elite membangun masyarakat untuk "menikmati" pesta ini. Satu hal yang disayangkan bahwa pemilu tahun ini seakan hanya terfokus pada pemilu presiden saja yang mengakibatkan pemilu legislatif menjadi dianak tirikan. 

Efeknya bukan tidak mungkin rakyat memilih wakil yang tidak mereka kenal atau bahkan wakil rakyat yang mereka pilih tidak bisa mewakili aspirasi mereka. Hal itu membuat parlemen kita bukan tidak mungkin akan tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya. Tapi inilah suara rakyat yang sudah mereka titipkan untuk bangsa kedepannya. 

Pemilu 2019 masih menyisahkan banyak misteri dan kontroversi. Mulai dari kotak suara kardus, surat suara yang telah tercoblos, DPT ganda, hasil quick count hingga kontroversi kesalahan input data di situng KPU yang menimbulkan dua opini antara "Human error atau Human Order". 

Berbagai isu kecurangan dan manipulasi kembali mencuat di pemilu tahun ini. Saya akan mencoba mengumpulkan beberapa berita tentang kecurangan pemilu hingga temuan bawaslu akan KPPS yang tidak netral bahkan banyak daerah yang harus melakukan pemilu ulang atau susulan.

 1.https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/pq4sz0377/bawaslu-temukan-kpps-di-4589-tps-tak-netral

 2.https://news.detik.com/berita/d-4520646/kpu-lakukan-1511-pemungutan-suara-ulang-susulan-dan-lanjutan

 3.https://nasional.tempo.co/read/1197483/kesalahan-input-data-kpu-murni-human-error

 4.http://jakarta.tribunnews.com/2019/04/22/kesalahan-input-data-kpu-disebut-meningkat-500-suara-per-tps-mahfud-md-tanggapi-begini

 5.https://indonesiainside.id/mpr-pemilu-2019-terburuk-sejak-era-reformasi 

Berbagai kecurangan atau kesalahan yang terjadi menimbulkan rasa prihatin bagi semua rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan anggaran pemilu yang cukup besar yang berasal dari uang rakyat serta banyaknya korban akibat pemilu serentak kali ini membuat kita semua miris jika perjuangan para pejuang pemilu dan para petugas pemilu yang bahkan harus sampai gugur ketika bertugas dalam pemilu 2019 ini justru dikhianati oleh mereka yang hanya mementingkan kekuasaan semata.

Diakhir ulasan saya mengenai pemilu 2019 tahun ini sesuai dengan judul tulisan yang saya buat saya merasa bahwa demokrasi yang selama ini kita perjuangkan berada diambang amputasi. Saya rasa kita semua sepakat siapapun yang pada akhirnya menjadi pemenang pemilu baik itu 01 atau 02 kita harus bisa memastikan bahwa hasil pemilu haruslah secara transparan dan tanpa ada manipulasi sedikit pun. 

Kita tidak ingin demokrasi yang sudah rakyat perjuangkan harus diamputasi dan suara yang kita salurkan harus dikebiri oleh pihak-pihak yang hanya mementingkan kekuasaan semata. 

Kita semua harus sepakat harus bersatu untuk melawan semua kecurangan yang ada. Ini bukan tentang 01 atau 02 tapi ini soal kelangsungan demokrasi bangsa ini. Kita harus memastikan bahwa semua suara rakyat harus mampu terjaga dengan baik dan memastikan tidak ada suara yang diamputasi atau dikebiri karena kita semua menginginkan mendapat sosok pemimpin yang lahir dari proses yang transpran dan jujur tanpa ada manipulasi sedikit pun. 

Sejatinya pemilu ialah pesta rakyat dan yang menikmati hasilnya semsetinya juga rakyat oleh karena itu rakyat harus bersama-sama bersatu mengawal proses ini. Jangan sampai uang rakyat yang digunakan akan terbuang sia-sia karena kita tidak mau mengawasi proses ini. Ini adalah tugas kita semua untuk menjaga demokrasi agar tetap lestari dan tidak diamputasi. 

Semoga semua proses panjang yang penuh dengan drama ini akan menghasilkan hasil yang terbaik untuk rakyat INDONESIA. Karena sesungguhnya 01 atau 02 bukanlah akhir dari segalanya dan kita harus memastikan Indonesia Maju atau Indonesia Adil Makmur bukan hanya menjadi slogan semata. Kita harus bersama-sama kembali bersatu untuk mencapai tujuan utama MEWUJUDKAN INDONESIA MAJU YANG MEMBAWA KEADILAN DAN KEMAKMURAN BAGI RAKYAT INDONESIA.
MARI KITA KAWAL PROSES INI BERSAMA. 

JANGAN AMPUTASI DEMOKRASI KAMI TAPI LESTARIKANLAH DEMOKRASI KAMI. 

PERJUANGKAN DEMOKRASI AGAR TIDAK MENJADI DEMOCRAZY. 

SAVE OUR DEMOCRACY.

Komentar