Belakangan ini saya merasa sedih. Saya sedih akan keadaan bangsa ini. Perpecahan sudah diambang mata. Sebenarmya ini semua adalah akibat dari mudahnya kita diadu domba. Ini semua adalah taktik dan startegi dari orang yang ingin menguasai Indonesia. Lantas adu domba apa saja yang mereka lakukan???. Saya akan mencoba menjabarkannya satu persatu.
1. Adu domba antara mayoritas dan minoritas
Disini yang mereka lakukan adalah dengan mengadu domba antara kaum muslim dan non muslim. Mereka mencoba membuat suatu images bahwa umat muslim itu radikal dan membuat images bahwa pemberitaan di media cenderung menyudutkan umat muslim dengan harapan taktik itu akan berhasil. Benar saja taktik itu hampir saja berhasil tapi sayangnya ada segelinitr orang yang menyadari itu dan berusaha menghentikan itu.
2. Adu domba dalam PILKADA Ditaktik yang kedua ini mereka mencoba melakukannya dalam kontestasi PILKADA Jakarta. Mereka kembali membuat images bahwa PILKADA Jakarta adalah pertarungan antara kebhinekaan dan radikalisme. Mereka mencoba membuat images jika memilih non petahana berarti mereka mendukung radikalisme dan anti kebhinekaan. Tak henti sampai disitu bahkan saat kemenangan gubernur baru mereka membuat pemberitaan di media asing bahwa kemenangan gubernur baru adalah kemenangan kaum radikalisme. Taktik ini sangant jitu dan sudah hampir berhasil mereka lakukan. Kita tinggal berharap gubernur baru nanti dapat melakukan rekonsiliasi dengan baik.
3. Adu domba karangan bunga
Tak cukup sampai situ kali ini mereka melakukan adu domba melalui karangan bunga. Mereka mencoba membuat images bahwa sebenanrya hasil pilkada Jakarta adalah hasil tekanan kaum radikalisme sehingga justru paslon yang kalah malah yang banyak mendapat karangan bunga dan mendapat perhatian dari warga. Stategi ini kurang berhasil karena nampaknya sudah banyak masyarkat yang move on dari Pilkada Jakarta.
4. Adu domba umat islam
mereka kali ini mencoba melakukan adu doba antar umat muslim. Misalnya antar sesama ormas islam mereka melakukan adu domba dengan membuat images sebagian ormas islma mereka buat seakan akan anti pancasila dan ingin melakukan makar. Mereka juga melakukan propaganda dengan melakukan penghadangan berbagai ustadz dari ormas islam yang mereka anggap radikal. Namun itu semua tak berhasil karena para alim ulama sudah paham akan itu dan tak mudah terpancing provokasi.
5. Adu domba proses hukum
Ini adalah taktik yang sedang mereka lakukan saat ini. Mereka coba mengadu domba bukan hanya msayrakat saja tetapi dunia internasional. Mereka mencoba membuat images bahwa proses hukum kausu penistaan agama sudah banyak intervensi oleh ormas muslim sehingga putusan sidang dan vonis yang dijatuhkan tidak mencermikan keadilan. Mereka mencoba membuat images bahwa kaum minoritas sudah tak dihargai dan toleransi telah hilang dari bangsa ini. Mereka juga menambahkan bumbu bahwa ketika kaum minoritas yang terjerat kasus maka hukum akan tajam namun jika kaum mayoritas maka hukum akan tumpul. Jika strategi ini berhasiil maka bukan tidak mungkin perpecahan besar akan terjadi.
Lantas apa stategyi mereke setelah ini???
strategi pemungkas yang bisa mereka lakukan adalah mebuat adu domba antara POLRI DAN TNI serta adu domba didalm susunan kepemerintahan agar terjadi kegaduhan politik yang luar biasa. Jika kita ingin membuat bangsa ini selamat adalah dengan perstuan dan dengan kekuatan rakyat kita mencoba menyadarkan lingkungan terdekat kita akan kondisi yang saat ini terjadi. Kita tidak ingin perjuangan lebih dari 320 tahu melawan penjajah akan sia-sia hanya karena kita mudah diadu domba dan menyebabkan bangsa ini dikuasai oleh pihak yang tak bertanggung jawab.
Diakhir tulisan ini saya ingin meminta maaf jika ada salah penulisan dan saya tidak bermaksud unutk menyinggung siapa pun. Saya hanya ingin bangsa ini kembali kuat dan kembali kokoh menuju 100 tahun indonesia merdeka dengan cara menjaga persatuan antar elemen bangsa. Sekian tulisan ini saya buat semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca
Komentar
Posting Komentar